Apa itu hidrolika? Dari kata-katanya, kita dapat melihat bahwa kata “hidro” erat kaitannya dengan zat cair. Jadi, hidrolika adalah cabang teknik sipil yang mempelajari perilaku cairan. Ada cabang ilmu yang hampir sama tetapi berbeda, yaitu hidrologi yang mempelajari air hujan, aliran sungai, banjir, dan sejenisnya. Penggunaan ilmu hidrolika melibatkan, antara lain, pembangunan bangunan sebagai fasilitas hunian.
- Pipa air, misalnya konstruksi gorong-gorong atau pipa air PAM, lokasinya perlu dihitung sedemikian rupa sehingga setiap rumah dapat dipasok air dengan baik. Struktur penutup air di bendungan sehingga dapat diatur seberapa besar volume air yang akan disimpan dan dialirkan.
- Pipa tambang minyak
- Sungai
- Kolam
- Pelabuhan
- Pengendalian banjir termasuk menentukan area rawan banjir, sehingga perlu memikirkan langkah-langkah terbaik untuk mencegah banjir, seperti di kota Jakarta, Indonesia, menciptakan sungai banjir kanal barat dan sungai banjir kanal timur.
- Irigasi pertanian, misalnya, menciptakan aliran transportasi air yang dapat mendistribusikan semua sawah dengan baik dan adil sehingga semua petani mendapatkan hasil panen yang baik karena tanaman mereka mendapatkan air secara teratur.
Dalam hidrolika, perilaku dan sifat-sifat cairan dalam suatu wadah dipelajari sehingga pengetahuan ini dapat dimanfaatkan dan bermanfaat dalam mendukung kehidupan masyarakat. Penggunaan hidrolika juga dapat ditemukan dalam dunia otomotif, yaitu sistem rem hidrolik yang dengan gaya kecil dapat diperbesar untuk menghentikan kendaraan yang bergerak.
RUMUS HIDROLIKA
Dalam praktiknya, faktor-faktor penting dalam studi hidrolika adalah kecepatan V atau laju aliran Q. Dalam perhitungan praktis, rumus yang banyak digunakan adalah persamaan kontinuitas, Q = A x V , di mana A adalah penampang aliran. Jika kecepatan dan penampang aliran diketahui, maka dapat dihitung debit aliran. Begitu pula, jika kecepatan aliran dan debit diketahui, dapat dihitung luas penampang aliran yang diperlukan untuk melewati debit tersebut. Dengan kata lain, dimensi pipa atau saluran dapat ditentukan. Biasanya debit aliran ditentukan oleh kebutuhan air yang dibutuhkan oleh suatu proyek (kebutuhan air minum kota atau irigasi, debit pembangkit listrik, dll.) atau debit yang terjadi dalam proyek (debit aliran melalui sungai). Dengan demikian, jumlah debit aliran pasti. Ini berarti agar dapat menghitung penampang aliran A , kecepatan V harus dihitung terlebih dahulu.
A. Rumus Chezy
Seperti yang kita ketahui, perhitungan untuk aliran melalui saluran terbuka hanya dapat dilakukan menggunakan rumus empiris, karena ada banyak variabel yang berubah. Untuk alasan ini, rumus empiris berikut disajikan yang banyak digunakan untuk merencanakan saluran terbuka. Chezy mencoba untuk menemukan hubungan bahwa cairan yang melewati saluran terbuka akan menyebabkan tegangan geser (resistensi) pada dinding saluran, dan akan seimbang dengan komponen gravitasi yang bertindak pada cairan dalam arah aliran. Pada aliran seragam, komponen gravitasi dalam arah aliran seimbang dengan resistensi geser, di mana resistensi geser ini bergantung pada kecepatan aliran. Setelah melalui beberapa turunan rumus, maka akan mendapatkan persamaan umum :




Untuk aliran dalam pipa, persamaannya menjadi:

Sumber : sipil.uma.ac.id/penjelasan-pengertian-dan-rumus-hidrolika/
