PENGERTIAN DRAINASE, FUNGSI, JENIS, DAN KRITERIA DRAINASE YANG BAIK

Apa sih pengertian drainase? Salah satu hal yang harus diperhatikan dalam proyek konstruksi (bangunan, jalan, dan sejenisnya) dan penataan lingkungan sekitarnya adalah drainase. Drainase atau saluran pembuangan adalah tempat/media/sarana untuk mengalirkan air. Tanpa saluran drainase yang baik, maka daerah sekitar wilayah tersebut akan berpotensi menimbulkan banjir karena air tak tertampung dengan baik. Karena itulah, wilayah-wilayah pemukiman yang sudah jadi tempat langganan banjir wajib punya sistem drainase yang baik dan terkontrol. Lalu apa pengertian drainase dan apa manfaatnya? Yuk, simak pembahasannya berikut ini!

Pengertian Drainase

Secara umum, drainase dapat diartikan sebagai saluran pembuangan massa air, baik yang alami atau yang buatan. Dalam teknik sipil, drainase juga diartikan sebagai serangkaian bangunan air yang memiliki fungsi mengurangi/membuang kelebihan air dari suatu area sehingga tidak menggenang. Sementara itu, dalam pengertian yang lebih spesifik. Drainase di area perumahan merupakan sistem yang mengatur jalan masuk keluarnya air (baik bersih dan kotor) sehingga berada di jalur yang telah ditetapkan.

Dari pengertian-pengertian diatas dapat kita simpulkan bahwa drainase merupakan saluran air yang memiliki fungsi untuk mengatur air agar tidak membanjiri suatu wilayah. Karena hal inilah, drainase memiliki peran yang sangat penting terlebih di daerah-daerah yang intensitas hujannya tinggi dan rawan banjir.

Perencanaan pembangunan drainase juga harus direncanakan dengan saksama sehingga dapat berfungsi dengan maksimal.

Fungsi Drainase

Pengertian Drainase – Drainase adalah salah satu sarana umum yang dibutuhkan masyarakat guna menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, bersih, dan tentunya bebas banjir. Kehadiran drainase memiliki peran yang sangat penting. Nah, berikut ini beberapa fungsi dari drainase yang harus kamu ketahui :

  • Mengatur jalur air agar tidak mengenai suatu area, contoh area jalan atau perumahan.
  • Mencegah adanya banjir akibat air tidak terserap dan tersalurkan dengan baik.
  • Mencegah potensi bencana lain, seperti erosi pada daerah landau yang memiliki tingkat kepadatan penduduk yang tinggi.
  • Mengurangi resiko penyakit akibat buruknya sistem sanitasi yang buruk. Contoh, penyakit tersebut adalah DBD, malaria, disentri, dan beragam penyakit lainnya yang timbul akibat kualitas lingkungan permukiman yang kurang baik.
  • Memiliki fungsi sebagai salah satu bagian dari sistem perencanaan kota, tata guna lahan dengan kualitas yang baik dan optimal.
  • Mengurangi potensi kerusakan struktur tanah akibat adanya pembangunan jalan atau bangunan lainnya.
  • Melindungi alam dan lingkungan sekitarnya dari pencemaran.
  • Memperpanjang umur ekonomis infrastruktur lainnya. Seperti jalan, kawasan permukiman, dan lain sebagainya.
  • Sarana konservasi sumber air.

Jenis-Jenis Drainase

Drainase dibedakan berdasarkan banyak faktor. Contohnya berdasarkan pembuatannya, peletakannya, fungsinya, konstruksi, dan wilayahnya. Berikut ini penjelasan lebih lanjut seputar jenis drainase tersebut :

Drainase Berdasarkan Pembuatannya

  • Drainase Buatan : sesuai namanya, merupakan saluran drainase yang dibuat melalui proyek konstruksi. Dibangun dan dirancang dengan tujuan khusus, untuk mengelola air dalam suatu area. Biasanya sistem drainase ini dibangun menggunakan bahan-bahan khusus seperti beton, pipa, atau batu. Contoh dari drainase buatan ini adalah kanal, selokan, talang, dan gorong-gorong.
  • Drainase Alami : pengertian drainase alami adalah drainase yang terbentuk secara alami (natural) tanpa campur tangan manusia. Drainase ini biasanya terbentuk karena gerusan air yang bergerak karena gravitasi. Lambat laun dalam waktu lama sehingga terbentuk jalur air permanen. Contoh drainase ini adalah sungai.

Drainase Berdasarkan Letak Saluran

  • Drainase permukaan tanah : drainase yang dibangun di permukaan tanah sehingga dapat dilihat secara langsung. Biasa digunakan untuk mencegah genangan air di area perumahan.
  • Drainase bawah tanah : merupakan drainase yang dibangun di dalam tanah. Biasanya menggunakan pipa atau gorong-gorong untuk menyalurkan air. Drainase ini dibangun dibawah tanah agar tidak mengganggu aktivitas di atasnya dan agar terlihat lebih rapi.

Drainase Berdasarkan Fungsinya

  • Drainase Single Purpose : drainase yang berfungsi untuk mengalirkan 1 jenis air pada saluran pembuangan. Contoh, untuk mengalirkan limbah industri/limbah rumah tangga atau untuk mengalirkan air hujan.
  • Drainase Multi Purpose : drainase yang dirancang untuk mengalirkan berbagai jenis macam air buangan. Baik secara bergiliran ataupun sekaligus. Contoh, drainase untuk mengalirkan limbah rumah tangga dan air hujan.

Drainase Berdasarkan Konstruksinya

  • Drainase Terbuka : drainase untuk mengalirkan air hujan pada wilayah yang luas. Sifat air yang ditampung pun biasanya tidak membahayakan lingkungan alias bukan air limbah.
  • Drainase Tertutup : memiliki fungsi untuk mengalirkan air limbah. Dibuat tertutup agar limbah tersebut tidak berkontak langsung dengan manusia sehingga tak akan membahayakan lingkungan dan masyarakat sekitar.

Drainase Berdasarkan Wilayah

  • Drainase Jalan Raya : diletakkan di pinggir jalan raya dengan tujuan sebagai saluran untuk air hujan agar tidak membanjiri jalan. Biasanya diletakkan di bawah trotoar dan ditutup sehingga tidak akan mengganggu aktivitas pengguna jalan.
  • Drainase Bandara : pengertian drainase bandara adalah drainase yang dibangun di bandara. Gunanya adalah untuk menghindari adanya genangan air yang akan membahayakan pesawat ketika take off ataupun landing.
  • Dan berbagai drainase lain sesuai dengan area penempatan. Contoh lain : drainase perumahan, drainase industri di lingkungan pabrik, dan sejenisnya.

Contoh Drainase yang Baik

Bagaimana kriteria drainase yang baik? Drainase yang baik adalah drainase yang mampu mengatasi permasalahan di area pemasangannya dengan maksimal. Sebuah drainase yang ada dalam suatu area juga akan berfungsi dengan baik apabila air atau limbah bisa mengalir lancar tanpa hambatan. Tidak meluap dan menggenangi area sekitarnya. Bahkan, ketika volume aliran sedang besar dan tinggi.

Drainase yang baik adalah drainase yang menggunakan material sesuai dengan peruntukannya.

Contohnya, drainase bawah tanah seperti gorong-gorong jalan raya yang dibangun di area yang luas. Drainase sejenis ini biasanya membutuhkan daya tahan beban yang lebih tinggi karena itulah dipilih material beton yang lebih kuat.

Selain itu, drainase yang baik tidak hanya berfungsi untuk mencegah banjir. Melainkan juga untuk mencegah erosi tanah, mengendalikan permukaan air tanah, mencegah kerusakan jalan & bangunan yang ada.

Dari segi waktu penggunaan, drainase yang baik juga haruslah bertahan lama alias awet bertahun-tahun. Guna mendapatkan semua manfaat ini, diperlukan perencanaan yang matang mengenai pembangunan drainase ini.

Perencanaan ini harus disesuaikan dengan lingkungan sekitar seperti area pemasangan, karakteristik, beban yang ditanggung, pertumbuhan masyarakat sekitar, hingga bahan bangunan sesuai dengan spesifikasi teknisnya.

Drainase yang baik sebaiknya juga memperhatikan nilai estetika dan keindahan lingkungan sekitar. Karena itulah, drainase di perkotaan biasanya dibangun di bawah tanah. Selain untuk tujuan keindahan, pembangunan drainase bawah tanah juga akan meningkatkan kenyamanan warga sekitar, dan juga menambah luas area sekitar (tanpa terpotong daerah drainase) lantaran bagian atasnya bisa digunakan untuk pejalan kaki dan sejenisnya.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *